Aghniny Haque, nama yang kini tak asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Perempuan kelahiran Semarang, 8 Maret 1997 ini, mengawali karirnya sebagai atlet taekwondo berprestasi. Ia bahkan pernah menjadi bagian dari tim nasional Indonesia pada tahun 2011 dan menorehkan berbagai prestasi, seperti medali perunggu SEA Games 2013 dan medali perak Kejuaraan Taekwondo Asia 2014.
![]() |
| Sumber: KapanLagi.com |
Namun, cedera lutut yang dialaminya pada tahun 2016 memaksanya untuk mundur dari dunia taekwondo. Tak ingin menyerah, Aghniny kemudian banting setir ke dunia akting.
Terjun ke dunia akting sejak tahun 2018, Aghniny memulai debutnya di film laga "Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212". Sejak saat itu, ia terus aktif membintangi berbagai film, mulai dari genre horor, thriller, hingga drama.
Kemampuan aktingnya yang mumpuni dan totalitasnya dalam mendalami peran, mengantarkan Aghniny pada berbagai penghargaan bergengsi, seperti Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik dalam film "Perempuan Tanah Jahanam".
Aghniny Haque menunjukkan talenta luar biasa dalam memerankan karakter-karakter kompleks dalam film drama. Ia merupakan sosok inspiratif yang membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, kita dapat meraih mimpi di bidang yang berbeda. Perjalanannya dari atlet taekwondo menjadi aktris drama ternama menjadi bukti nyata dedikasi dan talentanya.
Kiprah Aghniny di dunia akting masih terus bersinar. Di tahun 2023, ia membintangi film drama "Mencuri Raden Saleh" dan "KKN di Desa Penari" yang meraih kesuksesan besar di bioskop.
Dengan bakat dan kerja kerasnya, Aghniny Haque diyakini akan terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi industri perfilman Indonesia.

Komentar
Posting Komentar