Langsung ke konten utama

Life of Pi: Dari Novel Best Seller Yann Martel ke Layar Kaca yang Sukses


Film “Life of Pi” karya Ang Lee, yang diadaptasi dari novel Yann Martel dengan judul yang sama, telah memukau penonton sejak dirilis tahun 2012. Film ini menceritakan kisah Pi Patel, seorang remaja India yang terdampar di laut selama 227 hari bersama seekor harimau Bengal bernama Richard Parker.

“Life of Pi” menceritakan kisah seorang pemuda asal India yang dikenal sebagai Piscine Molitor Patel atau lebih akrab disapa Pi Patel. Pi merupakan individu yang sangat ingin tahu dan selalu berusaha menjelajahi hal-hal yang menurutnya benar, baik dalam agama, ilmu pengetahuan, maupun kehidupan.

Keluarga Pi Patel menghadapi kesulitan ekonomi karena kebun binatang mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Akhirnya, mereka memutuskan untuk beremigrasi ke Kanada melalui perjalanan laut. Namun, perjalanan tidak berjalan semulus yang mereka harapkan karena mereka dihadang oleh badai besar, dan hanya Pi Patel yang selamat dari bencana tersebut. Dari sinilah dia harus bertahan sendirian dan berjuang untuk kelangsungan hidupnya di tengah lautan yang luas.

Ang Lee, yakni sutradara kelahiran Taiwan yang karya-karyanya telah banyak mendapat apresiasi positif di dunia perfilman tingkat internasional. Beberapa judulnya seperti Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), Hulk (2003), Brokeback Mountain (2005), dan juga Life of Pi (2012) yang diangkat dari sebuah novel laris karangan Yann Martel dengan judul yang sama.

Dilansir dari duniaku.com, Ang Lee telah mengaudisi 3 ribu orang untuk pemeran utama di dalam filmnya dan memilih Suraj Sharma. Ia adalah pelajar berusia 17 tahun yang belum memiliki pengalaman akting[SB1] . Setelah diberi peran tersebut, Sharma melakukan latihan yang sangat intensif untuk mempersiapkan dirinya sebagai seorang yang selamat di tengah laut. Salah satu upayanya adalah dengan menjalani diet ketat yang terdiri dari makanan seperti tuna dan sawi, dengan tujuan untuk mencapai bentuk tubuh yang kurus.

"Perjuangan tersebut sangat keras. Tapi kami melakukannya. Peranku menjalani masa-masa berat. Aku pun harus demikian," kata Suraj Sharma dalam keterangannya. Ia juga latihan yoga dan meditasi.

Karena banyak beradegan di atas kapal sekoci, Suraj Sharma mengaku nyaman menjalani proses syuting. "Aku jadi tahu tentang sekoci tersebut. Sekoci tersebut menjadi semacam tempat aman bagiku. Aku jadi suka merebahkan diri dan tertidur di sana," tambahnya.

Banyak pengamat yang memprediksi film ini akan kesulitan untuk meraup keuntungan. Fakta lainnya “Life of Pi” dibuat dengan biaya yang cukup besar, US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun. Film ini terbilang memiiliki daya jual yang susah karena berbagai macam alasan, seperti tidak adanya arti ternama dalam pemeran film, lebih menceritakan nilai spiritual dan bukan berdasarkan komik, video game ataupun film-film Hollywood sepertinya biasanya, lalu film ini juga harus berhadapan dengan film-film besar di box office seperti “Rise of the Guardians”, “Les Miserables”, dan “Hobbit: An Unexpected Journey”.

Dilansir dari kumparan.com, dari “Life of Pi” kita belajar bahwa, semua peristiwa yang kita lalui merupakan sebuah sebuah cara untuk kita belajar menjadi lebih baik lagi dan mengingatkan kita kepada Tuhan. Dari kisah tersebut pula mengajarkan bahwa semua agama itu baik dan mengajarkan untuk berbuat baik kepada semua makhluk hidup namun dengan caranya masing-masing. Terkadang dengan kita mengalami sebuah musibah, kita bisa menjadi manusia lebih baik lagi dari sebelumnya dan menjadikan sebuah pelajaran atau peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup.

SB


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pernah Menjadi Atlet Taekwondo, Kini Aghininy Sukser sebagai Aktris Drama Ternama

Aghniny Haque, nama yang kini tak asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Perempuan kelahiran Semarang, 8 Maret 1997 ini, mengawali karirnya sebagai atlet taekwondo berprestasi. Ia bahkan pernah menjadi bagian dari tim nasional Indonesia pada tahun 2011 dan menorehkan berbagai prestasi, seperti medali perunggu SEA Games 2013 dan medali perak Kejuaraan Taekwondo Asia 2014. Sumber: KapanLagi.com Namun, cedera lutut yang dialaminya pada tahun 2016 memaksanya untuk mundur dari dunia taekwondo. Tak ingin menyerah, Aghniny kemudian banting setir ke dunia akting. Terjun ke dunia akting sejak tahun 2018, Aghniny memulai debutnya di film laga "Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212". Sejak saat itu, ia terus aktif membintangi berbagai film, mulai dari genre horor, thriller, hingga drama. Kemampuan aktingnya yang mumpuni dan totalitasnya dalam mendalami peran, mengantarkan Aghniny pada berbagai penghargaan bergengsi, seperti Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 untuk kate...

Melihat Popularitas Aktor Indonesia yang Sering Muncul di Film

Industri film Indonesia kian berkembang pesat, menghadirkan berbagai karya berkualitas dengan cerita yang menarik dan aktor-aktor berbakat. Di antara deretan aktor Tanah Air, beberapa di antaranya menjelma menjadi bintang layar lebar yang laris manis dan selalu dinanti-nantikan kehadirannya oleh para penonton. Sumber: Okezone Celebrity Berikut beberapa aktor Indonesia yang laris tampil di layar lebar: 1. Chicco Jerikho Aktor yang terkenal dengan perannya dalam film "Filosofi Kopi" dan "Gundala" ini selalu berhasil memukau penonton dengan aktingnya yang totalitas dan penuh penghayatan. Chicco dikenal sebagai aktor yang versatile, mampu memerankan berbagai karakter dengan apik, dari komedi hingga drama yang serius. 2. Joe Taslim Sosok Joe Taslim identik dengan film laga dan aksinya yang memukau. Kemampuannya dalam bela diri dan aktingnya yang mumpuni mengantarkannya pada berbagai film laga Hollywood, seperti "Fast & Furious 6" dan "The Raid". D...

Peraih Oscar 2019, Regina King, Kembali Memukau Bertransformasi Menjadi Calon Presiden di Film "Shirley"!

“Apa aku terlihat seperti politisi lain?” kata Shirley Chisholm yang diperankan Regina King dalam trailer film "Shirley." Tayang 22 Maret di Netflix, film “Shirley” menghadirkan kombinasi genre drama, biografi, dan sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. Film berdurasi 1 jam 57 menit ini berkisah tentang kehidupan dan karier Shirley Chislom, yakni anggota kongres kulit hitam pertama di Amerika Serikat dan wanita kulit hitam pertama yang mencalonkan dirinya sebagai presiden. Royal Ties Productions selaku rumah produksi film ini bekerja sama dengan sutradara dan penulis John Ridley. John Ridley merupakan sutradara terkenal yang terkenal dengan karyanya “American Crime”, “Guerilla”, “Needle in a Timestack”, “Godfather of Harlem”, dan masih banyak lagi. Pemeran utama Shirley Chisholm yakni Regina King merupakan aktris yang laris mejeng di nominasi Oscar, kemenangannya di Oscar 2019 sebagai aktris pendukung terbaik lewat film “If Beale Street Could Talks” cukup menyita b...